Daftar Saham Blue Chip Terbaik di Bursa Efek Indonesia

Mungkin sebagian dari teman-teman ada yang pernah mendengar nasihat dari beberapa broker handal untuk berinvest di saham blue chip, bukan begitu?

Hal ini dikarenakan adanya pandemic atau wabah seperti ini, saham blue chip sangat bagus untuk kita yang mau berinvestasi.

Kenapa sangat cocok? Karena harga dari saham tersebut sedang anjlok, oleh karena itu blue chip merupakan saham yang sangat cocok untuk kita yang ingin berinvestasi.

Berikut daftar saham blue chip terbaik di bursa efek Indonesia

1. UNVR – Unilever Indonesia

Korporasi consumer goods terbesar di Indonesia ini cukup terkenal, banyak dari kita yang sering mendengar Rexona maupun Royco, kedua produk tersebut merupakan salah satu brand dari mereka.

Pada tahun 2018 return of equity dari Unilever ini mencapai 142% dan dari tahun 2014 peringkat return of equity UNVR selalu di atas 100%.

Keuntungan yang mereka dapat setiap tahunnya selalu meningkat, terlebih pada tahun 2018 laba bersih atau provit yang mereka dapat mencapai 9 Triliun.

Dari data tersebut membuktikan bahwa return of equity Unilever mampu menghasilkan profit dari setiap equity yang diberikan oleh pemegang saham.

Hal yang perlu diketahui oleh calon investor, saham blue chip Unilever – UNVR ini hampir tidak memiliki hutang ke Bank karena pendapatan profit yang mereka raih sangat besar.

Pada tahun 2003 harga saham Unilever bergerak di harga Rp 1940 perlembarnya, dan pada tahun 2018 naik menjadi Rp 54,400 perlembarnya.

Sedangkan pada tahun 2019, UNVR membagikan dividen dengan harga Rp 430 per saham dan totalnya mencapai Rp 3.28 Triliun.

Data tersebut sudah membuktikan bahwa UNVR ini merupakan saham blue chip terbaik dan jarang ada orang yang tahu bahwa 10 tahun mendatang, harga saham mereka akan naik lebih drastis.

2. BBCA – Bank Central Asia

Seperti yang kita ketahui, BCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia. Bisa dikatakan, BCA ini adalah bank terbaik yang ada di Indonesia.

Jaringan ATM BCA ini sangat luat, sehingga jumlah dari nasabahnya cukup banyak. Jika ditotalkan secara menyeluruh, jumlah nasabah BCA ini mencapai jutaan.

BCA merupakan perusahaan perbankan yang dikelola dengan baik, sehingga ROA return on asset dari perusahaan tersebut paling tinggi jika dibandingkan dengan bank sekelasnya.

Di wilayah bursa efek Indonesia, saham dengan kode BBCA ini memiliki nilai yang tinggi, yaitu 11.378.100 perlembarnya.

Tepat 3 tahun lalu, pada tanggal 30 April 2019, BCA membagikan dividen tunai yang jumlahnya mencapai Rp 8,3 Triliun.

Sedangkan 2 tahun lalu, 2020, BCA membagikan dividen final tahun 2010 sebesar Rp 455/saham. Bursa efek Indonesia pun sudah membayar dividen interim sebesar Rp 100/saham pada bulan Desember 2019.

Jadi jika ditotalkan secara menyeluruh, total dividen yang dibagikan oleh perusahan BCA ini sebanyak Rp 555/saham.

Dengan pondasi yang kokoh, BBCA adalah saham blue chip terbaik yang selalu dipilih oleh para investor handal.

3. BBRI – Bank Rakyat Indonesia

Selain BBCA, BBRI juga merupakan saham blue chip terbaik yang ada di bursa efek Indonesia.

Kini BBRI lebih dilihat oleh banyak investor, tak jarang juga dari mereka yang berinvest dengannya.

Hal ini dikarenakan performa mereka selalu naik setiap tahunnya.

BBRI ini bisa dikatakan tergolong aktif dalam kegiatan di perdagangan bursa efek, oleh karena itu saham BRI (BBRI) menjadi pilihan utama bagi teman-teman yang mau berinvestasi.

Perlu diketahui, pada tahun 2019, saham BBRI ini berhasil mendapat profit/laba bersih sebesar Rp 34,42 Triliun.

4. TLKM – Telekomunikasi Indonesia

Siapa yang tidak kenal dengan perusahaan raksasa BUMN ini, ya Telkom merupakan perusahaan yang bergerak di jasa telekomunikasi.

Perusahaan tersebut sudah sejak lama melayani masyarakat Indonesia.

Besarnya kapasitas pasar yang mereka miliki per 31 Maret 2020 adalah Rp 313,04 Triliun, dengan total saham yang beredar di bursa efek Indonesia sebanyak Rp 99.062.216.600.

Walaupun kondisi ekonomi saat ini kurang begitu baik, namun perusahaan ini berhasil konsisten untuk mendapatkan laba bersih dari tahun ke tahun.

Return of Equity mereka selalu berkembang sebsar 22,03%. Hal tersebut merupakan kabar baik untuk perusahaan dan para pemegang saham.

Tepat 4 tahun lalu, perusahaan ini mengeluarkan dana sebesar Rp 16,2 Triliun untuk membayar dividen.

Hal menarik lainnya, dalam 10 tahun terakhir dividen payout dari saham TLKM ini meningkat dari 40% sampai 90% profit.

Similar Posts